CHATTING - SHARING - COMMENT

Pemeriksaan Laboratorium Yang Berkaitan dengan Gizi / Diet

Profil Lemak
Konsumsi lemak berlebih dapat menyebabkan peningkatan kadar lemak dalam darah. Apalagi kalau mutu yang dikonsumsi kurang baik, lemak tersebut akan lengket pada dinding pembuluh darah sehingga aliran darah tersumbat dan meningkatkan resiko terkena Penyakit Jantung Koroner.

Asam Urat
Kelebihan asam urat dalam darah atau lebih dikenal dengan istilah hiperurisemia, merupakan salah satu faktor pencetus penyakit rematik dan batu ginjal. Peningkatan kadar asam urat dalam darah dipengaruhi oleh asupan beberapa jenis makanan.

Gula Darah
Pemeriksaan darah merupakan indikator untuk melihat apakah seseorang menderita Diabetes Mellitus (DM) atau tidak. Bagi penderita DM, hasil pemeriksaan gula darah merupakan indikator apakah penyakitnya terkontrol atau tidak., dan hal ini sangat dipengaruhi oleh diet penderita terutama asupan karbohidratnya.
Read More...

Pentingkah Serat Bagi Kesehatan?

Mana seratnya? Tentu sudah tidak asing lagi telinga kita mendengarnya dalam sebuah iklan di layar kaca. Memang, akhir-akhir ini banyak sekali produk suplemen yang mengandung serat yang ditawarkan oleh perusahaan farmasi. Benarkah serat bermanfaat bagi tubuh kita?

Direktorat Gizi Masyarakat Departemen Kesehatan tahun 1998 telah melakukan analisa ulang atas data konsumsi makanan penduduk Indonesia. Hasilnya menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi serat makanan penduduk Indonesia adalah 10,5 gr/orang/hari. Ini berarti masih dibawah 50% dari kebutuhan tubuh.

Serat makanan adalah bagian dari pangan nabati yang tidak dapat dicerna dan diabsorpsi dalam usus, meliputi polisakarida, oligosakarida, lignin serta komponen nabati terkait lainnya.
Ada dua jenis serat berdasarkan keterlarutannya dalam air yaitu serat yang larut serta yang tidak larut dalam air. Serat yang larut antara lain pectin dan gum, sedangkan yang tidak larut antara lain selolusa dan lignin.

Serat larut akan membentuk seperti gel jika dilarutkan dalam air. Serat ini akan mengikat lemak sehingga lemak tidak akan diserap oleh tubuh melainkan akan dikeluarkan dari tubuh bersama feses. Serat jenis ini berperan dalam menurunkan kolesterol. Serat ini banyak terdapat pada buah-buahan, kacang-kacangan, oat, barley, psyllium.
Jenis serat yang tidak larut bersifat menyerap air, menjadikan feses berukuran besar dan tidak lunak. Serat tidak larut ini dapat membantu mencegah sembelit dan wasir. Jenis ini terdapat pada sayuran, umbi-umbian, bekatul, dan wheat.

Manfaat Serat
Saat ini telah terjadi pergeseran pola penyakit pada masyarakat khususnya pada mereka yang tinggal di perkotaan yaitu dari penyakit infeksi ke penyakit degeneratif. Berbagai penyakit degeneratif cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Peningkatan penyakit degeneratif berhubungan dengan perubahan pola hidup terutama kurangnya olahraga dan diet tinggi lemak rendah serat.

Serat saat ini diketahui tidak hanya sekedar memperlancar buang air besar. Berbagai penelitian membuktikan bahwa serat mempunyai peranan untuk mengendalikan kadar gula darah, kolesterol dan trigliserida. Serat dapat mengikat kolesterol dan asam empedu dan membawanya keluar dari tubuh bersama feses sehingga konsentrasi lemak dalam darah menurun dan kemungkinan resiko terkena sakit jantung juga menurun.

Penelitian lain juga membuktikan bahwa serat dapat mencegah kanker kolon. Serat dapat mempercepat lewatnya makanan di dalam saluran pencernaan sehingga memperpendek waktu transit. Hal ini akan menyebabkan penurunan paparan bahan racun dan bahan karsinogenik (bahan penyebab kanker) pada saluran pencernaan.

Serat dikatakan pula mempunyai efek prebiotik. Prebiotik adalah bahan makanan yang tidak dapat dicerna oleh saluran pencernaan yang secara selektif akan menstimulasi pertumbuhan atau aktifitas sejumlah bakteri yang menguntungkan kesehatan di usus besar.
Mengingat serat makanan sangat bermanfaat bagi kesehatan, maka konsumsi serat makanan yang adekuat sebaiknya merupakan bagian integral dari pola makan. American Cancer Society dan National Cancer Institute menganjurkan konsumsi serat makanan 20-30 gram/hari. Rekomendasi PERKI 2001 menyarankan 25-30 gram/orang/hari untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah. Namun demikian, peningkatan asupan serat makanan perlu hati-hati pada anak-anak dan usia lanjut.

Meski bermanfaat, konsumsi serat terlalu banyak dapat menyebabkan banyak flatus (buang angin) dan menurunkan absorpsi mineral dan vitamin yang diperlukan tubuh.
Read More...

Tidur Membuat Bayi Cerdas

Di awal kehidupannya bayi banyak melakukan penyesuaian diri dan mempelajari lingkungan barunya. Dalam hal tidurpun ia memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri. Bayi yang baru lahir membutuhkan waktu 16-20 jam untuk tidur. Seiring dengan bertambahnya usia, waktu untuk tidurpun berkurang.
Bayi baru lahir belum bisa membedakan waktu siang dengan malam. Apalagi ditambah dengan pola tidurnya yang masih belum teratur. Bagi mereka, sepanjang hari adalah sama. Karena itulah, kadang kala ia terjaga sepanjang malam, sementara di siang hari tidur lelap. Memasuki usia 5 bulan baru kita dapat mulai mengajari bayi bahwa malam hari untuk tidur, siang hari untuk bermain.

Bagi bayi tidur sangat penting bagi pertumbuhannya. Saat tidur terjadi perbaikan sel-sel otak serta diproduksinya kurang lebih 75% hormon pertumbuhan. Selain itu tidur juga penting untuk perkembangan tingkat kesadaran dan respon terhadap interaksi sosial serta interaksi dengan lingkungannya. Bayi yang kurang tidur dapat memberikan tanda-tanda beragam mulai dari mengantuk, rewel hingga hiperaktif. Bayi yang tidak nyenyak tidur malamnya, cenderung kurang mampu memfokuskan perhatiannya. Akibatnya ia akan mengalami keterlambatan dalam ketrampilam motorik. Pendeknya tidur penting perkembangan kecerdasan, fisik, dan mental bayi.

Mengingat pentingnya kualitas tidur bagi bayi, perlu diusahakan agar senantiasa bayi dapat tidur dengan nyenyak. Dua hal yang perlu diperhatikan adalah jenis makanan yang diberikan pada saat makan malam dan lingkungan saat bayi tidur.
Hendaknya dihindarkan pemberian coklat, keju atau makanan berlemak lainnya saat makan malam karena makanan tersebut mengandung zat yang menyebabkan sulit tidur. Sebaliknya, pemberian susu atau pisang sangat dianjurkan karena memiliki kadar serotonin yang dapat memudahkan tidur.

Bantulah mengatur siklus tidur bayi. Usahakan agar bayi tidak tidur terlalu lama di siang hari dan lebih aktif di siang hari. Jangan ajak si kecil bermain bila ia bangun di tengah malam. Ciptakan suasana tidiur yang nyaman dengan menghindari suara berisik dan suhu ruangan dijaga jangan terlalu dingin.
Pilihlah kasur yang sedikit keras untuk pertumbuhan tulang dan otot bayi. Hindari penggunaan kasur yang terlalu lunak sehingga akan membuat tubuhnya tenggelam. Sprei hendaknya terbuat dari bahan katun dengan sedikit lipatan-lipatan. Banyaknya lipatan sprei dapat membuat hidung serta wajah bayi tertutup saat bayi tidur tengkurap yang mana dapat menyebabkan kesulitan bernafas.

Yang tak kalah pentingnya adalah menjaga bayi tetap kering sepanjang malam. Sebaiknya memakai popok sekali pakai (diapers) yang dapat menyerap cairan dengan baik sehingga kalau bayi kencing di tengah malam kita tidak perlu mengganti popoknya. Dengan demikian kita tidak akan mengganggu tidur si kecil.

Agar tumbuh kembang bayi Anda optimal, jagalah kualitas tidurnya. Upayakan hal-hal terbaik yang dapat kita lakukan untuk mendukung kualitas tidur yang baik.
Read More...

Tata Cara Pemeriksaan PAP SMEAR

Tata Cara Pemeriksaan PAP SMEARTata Cara Pemeriksaan PAP SMEAR
I. Persiapan
  1. Sebelum pemeriksaan, pastikan bahwa Anda dalam keadaan tidak menstruasi.
  2. Minimal 48 jam sebelum pemeriksaan, Anda tiak boleh menggunakan obat-obatan yang diberikan melalui vagina
  3. Anda tidak diperkenankan melakukan hubungan seksual dalam waktu 24 jam sebelum dilakukan pemeriksaan.

II. Pelaksanaan Pemeriksaan
  1. Informasikan sejujurnya kepada petugas laboratorium hal-hal yang ditanyakan kepada Anda
  2. Usahakan Anda dalam kondisi santai agar petugas laboratorium dapat mengambil bahan pemeriksaan dengan mudah dan tanpa rasa sakit.

Read More...

Penderita Diabetes Bolehkan Berpuasa?

Pengobatan diabetes mellitus atau kencing manis adalah tetralogi, yakni diet, latihan fisik, obat anti diabetes (OAD) dan pendidikan. Pada diet diabetes, yang harus diperhatikan adalah 3 J yaitu jumlah kalori yang sesuai dengan dianjurkan oleh dokter, jadwal makan harus ditepati dan jenis makanan harus diperhatikan.
Diet merupakan terapi utama yang dapat menekan munculnya diabetes mellitus laten serta dapat menekan penyulit akut mapun kronis. Ada bermacam-macam diet diabetes dengan indikasi yang tertentu pula untuk bermacam-macam keadaan sosio-ekonomi, ethnik dan klinis dari penderita.
Penderita Diabetes Bolehkan Berpuasa?Pada awalnya dikenal diet A yang terdiri atas makanan yang mengandung karbohidrat 50%, lemak 30%, protein 20% dengan makan 3 kali sehari. Diet ini diadopsi dari negara barat, oleh karena itu komposisi diet ini jauh dari komposisi makanan bangsa Indonesia. Selain itu diet ini bersifat atherogenik serta mahal, maka disusunlah diet B.

Diet B terdiri dari 68% karbohidrat, 20% lemak dan 12% protein. Diet B tidak menimbulkan efek hipertrigliserida meski tinggi karbohidrat, oleh karena pemberiannya 6 kali sehari yang terdiri dari 3 kali makanan utama dan 3 kali makanan kecil dengan interval tetap yaitu 3 jam. Selain itu, diet B mempunyai efek hipoglikemik yang lebih baik daripada diet A serta mempunyai efek hipokolesteromik yang kuat dikarenakan diet ini kaya serat dan rendah kolesterol.
Diet B diberikan pada semua pasien diabetes pada umumnya, terutama sekali untuk penderita yang tidak tahan lapar, mempunyai kadar kolesterol tinggi, sudah menderita kencing manis lebih dari 15 tahun serta penderita dengan penyulit penyakit jantung koroner dan retinopati diabetik.
Dalam kenyataannya, kemampuan keuangan penderita tidaklah sama. Juga kebiasaan makan, agama, suku dan klinis penderita berbeda-beda. Maka disusunlah diet B 1 yang terdiri dari 60% karbohidrat, 20% protein dan 20% lemak. Diet dengan tinggi protein ini diperuntukkan bagi penderita yang mampu atau kebiasaan makan tinggi protein tetapi normolipidemik. Juga untuk pendrita yang masih muda, hamil/menyusui, penderita dengan radang hati menahun serta TBC Paru.

Diet Puasa
Bagaimana halnya dengan penderita diabetes yang ingin berpuasa, apakah boleh? Penderita dengan diet saja atau dengan tablet OAD serta mempunyai kadar gula darah kurang dari 200-250 mg% diperbolehkan puasa dalam bulan Ramadhan.
Selama berpuasa, komposisi diet sama hanya jadwal pemberiannya yang berubah. Sekitar pukul 18.00 saat buka puasa makan makanan utama I (30% kalori). Saat ini OAD yang biasa diberikan pagi hari dengan vitamin dapat diminum. Sehabis Tarawih atau kira-kira pukul 21.00 makan makanan utama II (25% kalori). Kemudian sebelum tidur malam, santap makanan kecil (10% kalori) serta tablet OAD yang kedua bila ada (yang biasa diberikan pada siang hari). Makanan sahur sebagai makanan utama III dengan 25% kalori pada pukul 03.00. Selanjutnya pukul 03.30 makanan kecil dan vitamin yang kedua (10% kalori).
Pemberian tablet OAD waktu sahur adalah kontraindikasi karena adanya bahaya hipoglikemik waktu siang hari. Selama bulan Ramadhan penderita boleh berolahraga asal dilakukan sesudah Tarawih.
Read More...

Pembesaran Prostat jinak (BPH)

Kelenjar prostat adalah merupakan organ genitelia pria yang berat normalnya rata-rata 20 gram. Organ ini seringkali mengalami pembesaran pada umur diatas lima puluh tahunan, yang sering disebut Benign Prostat Hiperplasia atau pembesaran prostat jinak, kira-kira 50% pria yang berusia 60 tahun dan 80% pria yang berusia 80 tahun.

Penyebab terjadinya pembesaran prostat belum diketahui secara pasti. Diduga keadaan ini berkaitan erat dengan peningkatan kadar hormon dehidotestosteron (DHT) dan proses aging (proses menua). Dehidrotestosteron sendiri merupakan hasil perubahan hormon testosteron bebas oleh ensim 5- alpha reduktase. Yang juga perlu diketahui adalah pembesaran prostat sama sekali tidak ada hubungannya dengan frekuensi sanggama ataupun keturunan.


Gambaran Klinis
Prostat yang mengalami pembesaran ini akan menyebabkan penyempitan lumen saluran kemih (uretra pars prostatika) dan akan menghambat aliran air kencing. Keadaan ini akan menimbulkan keluhan baik pada saluran kemih maupun di luar saluran kemih.
Keluhan pada saluran kemih bagian bawah terdiri atas keluhan obstruksi dan iritatif (syndrome prostatism). Gejala dan tanda obstruksi saluran kemih berarti penderita harus menunggu pada permulaan kencing, kencing yang terputus, menetes pada akhir kencing, pancaran air kencing yang lemah dan rasa belum puas sehabis kencing. Gejala iritasi berarti bertambahnya frekuensi kencing, nokturia (sering kencing pada malam hari), sulit untuk menahan kencing dan disuria (nyeri pada saat kencing).

Untuk menilai tingkat keparahan dari keluhan pada saluran kemih bagian bawah, WHO membuat sistem skoring yang secara subyektif dapat diisi dan dihitung sendiri oleh penderita. Skoring ini terdiri atas 7 pertanyaan yang berhubungan dengan keluhan miksi/kencing dan satu pertanyaan yang berhubungan dengan kualitas hidup pasien. Setiap pertanyaan yang berhubungan dengan keluhan miksi diberi nilai 0 sampai 5, sedangkan keluhan yang menyangkut kualitas hidup diberi nilai 1 – 7. Dari jumlah total skor kemudian dikelompokan menjadi 3 derajat. Derajat ringan skor 0-7, sedang 8-19 dan berat 20-35.

Pertanyaan tersebut adalah: dalam satu bulan terakhir berapa seringkah Anda
  1. Merasakan masih terdapat sisa urine sehabis kencing,
  2. Harus kencing lagi padahal belum ada setengah jam lalu Anda baru saja kencing,
  3. Harus berhenti pada saat kencing dan segera mulai kencing lagi dan ini terjadi berulang kali,
  4. Tidak dapat menahan keinginan waktu kencing,
  5. Merasakan pancaran urine yang lemah,
  6. Harus mengejan dalam memulai kencing,
  7. Berapa kali terbangun dari tidur malam untuk kencing, 8). Bagaimanakah Anda menikmati hidup ini ?

Keluhan akibat penyulit pembesaran prostat pada saluran kemih bagian atas antara lain: nyeri pinggang, benjolan di pinggang jika telah terjadi hidronefrosis, atau demam yang merupakan tanda infeksi (urosepsis).
Tidak jarang pula penderita berobat mengeluhkan adanya ambeien, ataupun hernia sebagai akibat dari seringnya mengejan saat miksi.

Gambaran jelas tentang prostat dapat diperoleh lewat pemeriksaan colok dubur (Digital Rectal Examination). Dengan pemeriksaan ini dapat ditentukan derajat berat pembesaran prostat itu sendiri. Pemeriksaan colok dubur sekaligus bisa mendeteksi adanya kanker prostat dimana teraba konsistensi prostat yang keras, sedangkan pada pembesaran prostat jinak konsistensinya kenyal.

Penatalaksanaan
Untuk keluhan yang ringan dapat diterapi dengan pengobatan medikamentosa. Obat-obatan yang biasa digunakan adalah obat penghambat alpha adrenergik dan obat-obatan yang menurunkan kadar dehidrotestosteron.
Tindakan operasi ditujukan pada prostat yang telah menimbulkan penyulit tertentu seperti retensi urine (tidak bisa kencing sama sekali), batu saluran kemih, hematuria (terdapat darah pada air kencing), infeksi saluran kemih serta tidak menunjukkan adanya perbaikan setelah diterapi dengan obat-obatan. Tindakan operasi yang dilakukan adalah operasi terbuka atau tindakan endourologi transuretra.

Tindakan endourologi transuretra yang paling banyak dilakukan sekarang ini adalah TURP (Trans Urethral Resection of the Prostate). Reseksi kelenjar prostat ini dilakukan melalui alat yang dimasukkan ke dalam lumen uretra. Tindakan ini menggunakan cairan pembilas/irigasi supaya daerah yang direseksi tetap terang dan tidak tertutup darah.
Jika dibandingkan dengan operasi terbuka, TURP mempunyai beberapa keuntungan, antara lain
  • tidak menimbulkan luka atau bekas sayatan,
  • lama operasi singkat,
  • waktu tinggal di rumah sakit lebih singkat.
Read More...

Mewaspadai Demam Berdarah

Saat ini musim penghujan sudah mulai, kita tentu mudah mengalami masalah/gangguan kesehatan, seperti batuk dan pilek misalnya. Namun, ada hal yang perlu kita waspadai bersama yakni penyakit demam berdarah dengue (DBD). Kecenderungan kasus DBD meningkat pada musim hujan. Data 2 tahun terakhir ini di wilayah Badung dan Kodya Denpasar kasus DBD semakin terus menunjukkan peningkatan, bahkan mengakibatkan kematian. Apa dan bagaimana DBD itu? Bagaiamana pula cara pencegahannya?

Demam berdarah disebabkan oleh virus dengue, yang termasuk golongan arbovirus. Penyakit ini ditularkan melalui (vektor) gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Nyamuk ini bersarang di tempat-tempat yang berisi air jernih dan tawar seperti bak mandi, drum penampung air, kaleng bekas dan lain sebagainya. Bahkan vas bunga dan tempat minum burungpun dapat sebagai tempat bersarangnya. Adanya nyamuk ini berhubungan erat dengan beberapa faktor antara lain : kebiasaan masyarakat menampung air bersih untuk keperluan sehari-hari, sanitasi lingkungan yang kurang baik dan penyediaan air bersih yang langka.

Daerah yang rawan terjadinya DBD adalah daerah yang penduduknya padat. ini dikarenakan jarak terbang nyamuk Aedes Aegypti sepanjang 40 – 100 meter serta nyamuk betinanya mempunyai kebiasaan menggigit beberapa orang secara bergantian dalam waktu singkat (multiple biters). Nyamuk ini biasanya menggigit di dalam rumah pada siang hari.

Gejala Klinis
Gambaran klinis DBD amat bervariasi dari yang ringan sampai yang berat yakni pendarahan sehingga dapat terjadi renjatan/syok. Gejala diawali dengan suhu tubuh yang meningkat tiba-tiba kadang disertai nyeri yang hebat pada otot dan tulang, mual serta muntah. Pada sebagian penderita ditemukan kurve suhu yang bifasik (saddle back fever). Sekitar mata mungkin ditemukan pembengkakan, berair dan kemerahan.

Ruam/bintik kemerahan mula-mula terjadi pada awal demam yang terlihat pada muka dan dada yang berlangsung beberapa jam sehingga seringkali tidak diperhatikan oleh penderita. Ruam berikutnya (terminal rash) mulai antara hari ke 3-6 yang terlihat pada lengan dan kaki yang kemudian menjalar cepat seluruh tubuh. Pada saat suhu tubuh turun kembali nornal ruam ini berkurang dan menghilang. Gejala perdarahan, seperti mimisan, gusi berdarah, bahkan muntah darah dan berak darah pada kasus yang parah dapat terjadi mulai hari ke –3 sakit. Saat demam turun antara hari ke 3 dan hari ke 7 kita harus waspadai terhadap terjadinya renjatan/syok.

Bagaimana perawatan penderita DBD? Penderita sebaiknya istirahat total. Dianjurkan minum yang banyak 1,5 sampai 2 liter dalam 24 jam. Dapat berupa susu, air teh ataupun sirup. Bila ada nafsu makan agar diberikan makanan yang lunak.
Untuk mengatasi demam dapat diberikan obat penurun panas golongan parasetamol, bila perlu bisa dikombinasikan dengan kompres es di kepala dan ketiak. Hendaknya dihindarkan pemakaian aspirin/acetosal karena bahaya perdarahan.

Pencegahan
Untuk memutuskan rantai penularan , pemberantasan vektor dianggap cara yang paling memadai saat ini. Nyamuk Aedes Aegypti sebenarnya mudah diberantas oleh karena sarangnya yang terbatas di tempat yang berisi air bersih dan jarak terbangnya maksimum 100 meter. Tetapi karena vektor tersebar luas, untuk keberhasilan pemberantasan diperlukan total coverage (meliputi seluruh wilayah) agar nyamuk tidak berkembang biak lagi. Usaha ini dapat dilakukan dengan cara menutup tempat penampungan air rapat-rapat, menguras bak mandi, tempayan seminggu sekali serta mengubur/menutup barang-barang yang mungkin dapat menjadi tempat bersarangnya nyamuk seperti botol pecah, kaleng bekas dan ban. Sebaiknya vas bunga dan tempat minum burung dibersihkan setidaknya satu kali seminggu.

Selain itu pemberantasan vektor dapat dilakukan dengan menggunakan insektisida. Yang sering digunakan dalam Program Pemberantasan DBD adalah bubuk Abate (temephos) untuk membunuh jentik dan melakukan fogging dengan malathion untuk membunuh nyamuk dewasa.
Abate ditaburkan pada tempat penampungan air dengan dosis 1 ppm atau 1 gram Abate untuk 10 liter air. Cara ini sebaiknya diulangi dalam jangka waktu 2-3 bulan. Fogging dilakukan dengan malathion dosisnya 438 gram/ha, dilakukan di dalam rumah dan sekitar rumah dengan menggunakan larutan 4% dalam solar atau minyak tanah.
Read More...

Penyakit Japanese Encephalitis

Japanese Encephalitis (JE) adalah suatu penyakit yang menyerang susunan saraf pusat (otak) yang mengakibatkan radang otak mendadak yang disebabkan oleh virus JE. Penyakit JE bukanlah penyakit baru, tetapi sudah lama dikenal di Bali. Penelitian di RSUP Sanglah, bulan Oktober 1990 sampai dengan bulan Nopember 1992 dari 49 kasus yang diduga, ternyata 20 kasus (40,8%) positif menderita JE.

Untuk dapat berlangsungnya penyakit ini diperlukan adanya vektor penular dan reservoir (sumber infeksi). Yang bertindak sebagai vektor adalah nyamuk jenis culex sedangkan reservoir adalah babi, sapi, kuda, kera, kambing, burung dan lain-lain. Ternak babi mempunyai peran terpenting yang bertindak sebagai satu-satunya induk semang penguat (amplifier host) dari virus JE. Apabila nyamuk dapat menggigit bangsa burung dan hewan yang mengandung virus JE, kemudian menggigit babi maka pada babi jumlah virus akan meningkat secara tajam. Babi menjadi demam dan virus berada dalam sirkulasi darah (viremia).

Nyamuk culex dapat berkembang dimana-mana seperti sawah, kolam, air genangan pada kandang dan lain-lain. Nyamuk culex bersifat zoophilik yaitu lebih menyukai binatang sebagai mangsanya daripada manusia sehingga virus JE umumnya menginfeksi binatang. Hanya secara kebetulan saja menginfeksi manusia terutama bila densitas (kepadatan) nyamuk culex meningkat. Penularan penyakit pada manusia terjadi apabila nyamuk yang telah menggigit babi yang sedang viremia kemudian menggigit lagi manusia.

Gejala klinik
Penyakit ini dapat mengenai semua umur tetapi umumnya lebih sering menyerang anak-anak. Tidak semua manusia yang digigit nyamuk culex berkembang menjadi encephalitis.
Masa tunas (inkubasi) penyakit JE rata-rata 4 – 14 hari. Gejala kliniknya bisa bervariasi tergantung dari berat ringannya kelainan susunan saraf pusat, umur penderita dan lain-lain. Perjalanan penyakit dibedakan menjadi 3 stadium. Pertama, stadium prodromal yang berlangsung 2 – 4 hari. Ditandai dengan panas mendadak, sakit kepala berat yang kadang disertai keluhan mual dan muntah.

Selanjutnya stadium akut selama 4 – 7 hari. Pada stadium ini panas tetap tinggi dan tidak mudah diturunkan dengan obat penurun panas. Akan terjadi kekakuan otot terutama pada otot leher. Pada kasus yang lebih berat dapat terjadi gangguan keseimbangan, kejang-kejang serta penurunan kesadaran mulai dari gelisah-mengantuk sampai koma (tidak sadar).
Ketiga, stadium konvalesen atau tahap akhir. Stadium ini dimulai pada saat suhu tubuh kembali normal. Tanda-tanda neurologis bisa menetap atau cenderung membaik. Bila penyakit berat dan berlangsung lama dapat terjadi gejala sisa seperti gangguan mental berupa emosi tidak stabil, lambat berbicara, perubahan kepribadian dan lumpuh sebagian tubuh.

Pencegahan
Pencegahan dan pemberantasan JE ditujukan kepada manusia, vektor (nyamuk beserta larvanya) serta reservoir. Pada manusia dengan menghindari diri dari gigitan nyamuk culex. Nyamuk ini menggigit mulai menjelang malam hari sampai besok paginya oleh karena itu perlu mempertimbangkan penggunaan kelambu bila tidur. Dapat pula mempergunakan repellen dalam bentuk cairan/krim atau memakai obat pembasmi nyamuk dalam bentuk gulungan yang menghasilkan asap. Penggunaan vaksin (imunisasi) pada manusia masih dalam tahap penelitian karena biaya untuk melakukan vaksinasi masal cukup mahal.
Pembasmian nyamuk dewasa dapat dilakukan dengan cara konvensional yaitu melakukan penyemprotan dengan insektisida seperti malathion, fenitrothion. Pemberantasan larva dilakukan dengan cara pengaturan pengaliran air (irigasi) di sawah dengan baik atau dapat mempergunakan larvasida. Tentu saja yang paling dianjurkan adalah Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) oleh masyarakat. Ini akan mencegah perkembangbiakan daripada nyamuk.

Tindakan terhadap reservoir yaitu hewan yang menjadi perantara dari virus JE. Peternak-peternak babi hendaknya membuat kontruksi kandang babi sedemikian rupa sehingga mengurangi kesempatan bagi nyamuk untuk datang bersarang. Kebersihan kandang harus tetap terjaga serta kandang harus mempunyai sarana pembuangan air limbah. Lokasi peternakan babi agar dibangun jauh dari pemukiman penduduk.
Read More...

Salon Vagina untuk Kewanitaan Anda

Kita tentu sudah sering mendengar ibu-ibu atau remaja putri pergi ke salon kecantikan untuk merawat muka ataupun rambutnya. Tetapi tidak banyak dari kita yang mendengar salon vagina. Apa yang dimaksud dengan salon vagina?
Salon vagina pada dasarnya adalah tindakan perawatan kebersihan alat kelamin luar wanita (vulva), liang sanggama (introitus vagina) serta mulut rahim (portio). Sebagaimana kesehatan bagian-bagian tubuh lainnya, kesehatan vagina juga akan mempengaruhi kesehatan kita secara umum. Jika vagina kita bermasalah, karena keputihan atau infeksi lainnya sebagai contoh, maka alat reproduksi tersebut tidak akan berfugsi dengan baik. Untuk itu diharapkan ibu-ibu ataupun remaja putri dapat memelihara degan baik kesehatan reproduksinya. Kepercayaan diri Anda yang sempurna tercernin pula dari kewanitaan Anda yang terawat sempurna.

Bagaimana cara perawatan kebersihan alat kelamin wanita? Secara luas pengertian ini meliputi bagaimana cara perawatan kebersihannya, bagaimana cara memberi gizi yang baik untuk mempertahankan kesehatannya serta bagaimana merawat kebugarannya sehingga berfungsi optimal sebagai alat reproduksi dan alat seksual.

Perawatan kebersihan tersebut meliputi cara membasuh vagina (cebok) saat buang air kecil/besar, perawatan selama menstruasi dan sanggama. Saat buang air kecil/besar hendaknya sisa air kencing dan feses jangan sampai mengkontaminir daerah alat kelamin luar. Sehabis buang air terutama buang air besar, basuhlah dulu bagian kemaluan, baru kemudian pindah ke bagian anus. Saat membasuh kemaluan, lakukan dari arah depan ke belakang, bukan sebaliknya! Dengan cara ini Anda akan mencegah berpindahnya kuman dari lubang anus ke vagina.
Saat membasuh kemaluan gunakan air yang cukup banyak. Tujuannya untuk membersihkan sisa air kencing atau lendir, termasuk pula lemak yang dihasilkan oleh kelenjar keringat di alat kemaluan. Jika tidak bersih, sisa kencing, lendir dan lemak akan tertinggal di daerah kemaluan dan dapat menjadi sumber makanan bagi jamur dan kuman lainnya yang dapat mengundang infeksi.

Hendaknya tidak menggunakan cairan semprot pembersih vagina dalam mencucu kemaluan, kecuali atas petunjuk dokter. Pemakaian yang berlebihan dapat mengubah pH (derajat keasaman) normal vagina. Akibatnya akan membunuh flora normal dan akhirnya menimbulkan infeksi.
Saat mengalami periode menstruasi, sering-seringlah mengganti pembalut, oleh karena jika daerah kewanitaan Anda lembab akan memudahkan tumbuh suburnya kuman. Jangan memakai celana dalam yang ketat. Kenakanlah celana dalam dari bahan katun. Bahan ini baik dalam menyerap air dan memberi udara sehingga nyaman dipakai.

Sebelum anda melakukan sanggama, kosongkanlah kandung kencing. Sebaiknya membersihkan alat tersebut terlebih dahulu untuk membuang lendir dan kotoran lainya.

Salon Vagina
Apa saja tindakan pada salon vagina? Yang paling penting adalah melakukan Pap Smear terutama pada wanita yang beresiko tinggi. Pada Pap Smear dilakukan pengambilan getah vagina dan debris permukaan mulut rahim. Pemeriksan Pap Smear secara teratur dan berkelanjutan selain dapat mengetahui keradangan, yang penting dapat mengetahui sedini mungkin kelainan-kelainan pra kanker maupun kanker rahim.

Tindakan lain dalam salon vagina adalah irigasi vagina, yaitu mencuci liang sanggama dengan larutan yang sesuai dengan pH vagina, dengan demikian diharapkan kuman seperti trichomonas vaginalis serta jamur candida albicans terbuang. Dilakukan pula vulva hygiene, yakni membersihkan alat kelamin luar di sekitar liang sangga meliputi labium minora/mayora serta lipatan-lipatannya. Rambut kemaluan diperiksa dari adanya kutu pedikulosis pubis, jika ada sebaiknya rambut dicukur.

Mengingat pentingnya kebersihan daerah kewanitaan ini. Maka perlu disosialisasikan perawatan kebersihan alat kelamin. Sejak dini anak-anak mulai diajarkan tentang cara cebok yang benar. Terhadap remaja putri selain diajarkan cara cebok juga diberitahu tentang penanganan selama menstruasi. Para ibu diajarkan perihal sanggama dan pentingnya pemeriksaan Pap Smear.
Read More...

Mencegah Penyakit Jantung Koroner

Penyakit Jantung Koroner (PJK) dilaporkan sebagai penyebab kematian tertinggi di dunia, terutama di negara-negara maju. Di Indonesia, pada Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 1986 penyakit jantung dan pembuluh darah menempati urutan ke 8 dalam daftar penyakit-penyakit di Indonesia dan merupakan penyebab kematian no 3. Selanjutnya pada SKRT 1992 dinyatakan sebagai penyebab kematian no 1. Penyakit ini seringkali menyebabkan kematian mendadak tanpa adanya gejala yang mendahuluinya. Untuk mengantisipasinya kita perlu melakukan upaya-upaya pencegahan.

PJK adalah penyakit jantung dimana gangguannya terletak pada pembuluh darah koroner. Kelainannya berupa proses perkapuran (aterosklerosis) dalam berbagai tingkat mulai dari penyempitan ringan sampai suatu saat terjadilah penyumbatan total dari dinding pembuluh darah. Penderita biasanya mengeluh nyeri dada sebelah kiri seperti rasa tertekan. Kadangkala nyeri menjalar ke lengan kiri ataupun ke dagu.


Yang termasuk faktor resiko yang dapat dikendalikan adalah merokok,hipertensi, dislipidemia (gangguan kadar lemak darah), kencing manis, kegemukan serta kurang olah raga. Stres dan pola perilaku type A (type ambisius, emosional) juga termasuk dalam kategori ini. Penderita dengan pola perilaku type A 2,5 kali lebih mudah terkena PJK daripada type B (santai, tenang).
Faktor-faktor resiko seperti kegemukan, kencing manis, hipertensi, hiperkolesterol dan merokok mempunyai hubungan erat dengan aspek perilaku. Situasi stres dapat meningkatkan kolesterol secara bermakna yaitu peningkatan kolesterol LDL dan penurunan kolesterol HDL yang merupakan kolesterol “baik”. Stres dapat mengganggu pengontrolan gula darah pada penderita kencing manis akibat peningkatan hormon kortisol dan epinefrin. Penelitian epidemiologis melaporkan bahwa kelompok yang mengalami stres dalam pekerjaan serta lingkungan mempunyai tekanan darah yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak mengalaminya. Kebiasaan merokok mempunyai dampak yang nyata karena asap rokok mengandung tar, CO, nikotin yang secara langsung menyebabkan penyempitan pembuluh darah.

Upaya Pencegahan
Usaha pencegahan terhadap PJK tentunya dengan mengendalikan faktor-faktor resiko diatas. Tindakan pencegahan dapat dilakukan secara bertahap, mulai dari pencegahan primer , sekunder, dan tertier.
Pencegahan primer adalah upaya mencegah PJK sejak dini sebelum terlihat adanya penyakit. Kegiatan terutama diarahkan pada usaha promotif seperti kampanye anti rokok dan menganjurkan kebiasaan melakukan olah raga kepada masyarakat. Mendidik masyarakat tentang pola makan sehat juga merupakan pencegahan primer. Dengan cara menganjurkan mengkonsumsi makanan kaya serat dan rendah kolesterol.

Yang perlu ditekankan disini adalah makanan tempe yang merupakan masih dianggap sebagai makanan “rendahan” oleh sebagian masyarakat. Tempe memiliki kandungan protein, asam lemak tak jenuh dan serat yang tinggi. Menurut penelitian Brata Arbai (Surabaya), tempe dikatakan mempunyai efek menurunkan kadar kolesterol total dan kolesterol LDL serta dapat meningkatkan kolesterol HDL. Juga tempe secara tidak langsung mempunyai efek anti aterogenik atau dengan kata lain mampu mencegah timbulnya PJK.

Pencegahan sekunder dimaksudkan untuk mencegah serangan ulangan pada orang yang sudah pernah terkena PJK. Jadi, penderita diharapkan melakukan pola gaya hidup sehat dengan menghentikan kebiasaan merokok, mematuhi petunjuk olahraga, mengatur pola makan sehat serta mengendalikan penyakit yang dimilikinya seperti hipertensi, kencing manis dan kegemukan. Dewasa ini sudah banyak berdiri klub-klub jantung sehat bagi penderita penyakit jantung maupun untuk masyarakat umum, yang kegiatannya melakukan senam jantung untuk kesehatan jantungnya.
Pencegahan tertier merupakan program rehabilitasi guna meningkatkan kualitas hidup penderita dan mencegah kecacatan lebih lanjut.
Read More...

Mengontrol Kadar Gula Darah

Kendati tak bisa disembuhkan, penderita kencing manis/Diabetes Mellitus (DM) sebenarnya bisa hidup secara normal. Caranya dengan melakukan kontrol kadar gula darah, meski dalam kenyataannya tidak segampang membalikkan telapak tangan.
Ada 2 golongan DM yaitu DM tipe 1 (Insulin Dependen – DM) dan tipe 2 (Non Insulin Dependend - DM). Pada tahap awal terjadinya DM tipe 2, kadar gula darah dapat dikontrol dengan 3 cara yakni menjaga berat badan ideal, diet makanan seimbang dan melakukan olah raga/latihan fisik.

Seiring dengan berjalannya waktu, ketiga cara tersebut sering kali kurang memadai lagi. Kadar gula darah mungkin tidak terkontrol dengan baik. Pada keadaan yang seperti inilah baru diperlukan obat anti diabetes (OAD). Jadi, pada dasarnya obat baru diperlukan jika dengan cara diet dan olahraga gula darah belum terkontrol dengan baik.
Pertama-tama perhatikan berat badan. Usahakan agar berat badan mencapai berat yang ideal. Kegemukan dapat menimbulkan resistensi insulin.
Diet untuk penderita diabetes dikenal ada 2 golongan yaitu diet A dan diet B. Diet A terdiri dari 50% karbohidrat, 20% protein dan 30% lemak, sedangkan diet B 68% karbohidrat, 12% protein dan 20% lemak. Yang masih digunakan sampai saat ini adalah diet B, karena secara metabolik diet B lebih baik daripada diet A. Bahkan diet B dikatakan dapat menurunkan kadar kolesterol darah kurang lebih 32 mg% dalam waktu seminggu.

Untuk mensukseskan diet pada penderita DM, diperlukan suatu perilaku tertentu yakni mengikuti pola 3 J : jumlah kalori, jadwal makan dan jenis makanan yang harus ditepati.
Peran diet pada penderita diabetes adalah untuk mencocokan jumlah makanan yang dikonsumsi dengan adanya insulin yang dihasilkan oleh sel beta pankreas. Selain itu untuk memenuhi kecukupan gizi unruk mempertahankan kesehatan dan untuk dapat menjalankan kegiatan normal.

Bagi penderita yang tidak ada masalah dengan berat badan (BB), jumlah kalori yang dianjurkan perhari adalah BB dikalikan 30. Sedangkan bila penderita gemuk, BB dikalikan 20 dan penderita yang kurus jumlah kalori per harinya BB dikalikan 40 sampai 60.
Jadwal makan penderita DM diberikan 6 kali sehari, yang terdiri atas 3 kali makanan utama dan 3 kali makanan ringan (snack) dengan interval 3 jam.

Jenis makanan yang perlu dibatasi adalah makanan yang berkalori tinggi dan berlemak tinggi seperti daging berlemak, jeroan, kuning telur, es krim, cokelat dan goreng-gorengan. Sayuran berwarna hijau dan buah-buahan yang tidak terlalu manis segar bisa dikonsumsi dalam jumlah yang lebih banyak.
Bawang merah dan buncis telah diteliti ternyata keduanya mempunyai efek metabolik yang baik. Bawang merah dikatakan dapat menurunkan kadar gula garah, sedangkan buncis selain menurunkan gula darah juga dapat menurunkan kolesterol. Namun, konsumsi buncis hendaknya dibatasi pada penderita dengan hiperurikemia (kadar asam urat tinggi dalam darah), oleh karena buncis mengandung asam urat yang lumayan.
Selain memperhatikan pola makan, penderita harus melakukan olah raga. Olah raga yang dianjurkan adalah yang terutama untuk membakar kalori tubuh sehingga glukosa darah bisa terpakai untuk energi. Dengan demikian kadar gula darah bisa turun. Olah raga berguna agar insulin dapat bekerja lebih efektif menambah jumlah reseptor insulin, menekan kenaikan berat badan, dan menurunkan kolesterol.

Olah raga yang dianjurkan adalah yang mempunyai nilai aerobik tinggi seperti jalan cepat, lari, senam aerobik, renang dan bersepeda. Yang harus diperhatikan sebelum berolah raga adalah kadar gula darah harus antara 100 – 300 mg%. Kadar gula darah yang rendah jika berolahraga dapat terjadi hipoglikemi (penurunan kadar gula darah) sedangkan jika kadarnya tinggi akan terjadi ketosis (penumpukan badan-badan keton).
Frekuensi berolah raga bisa dilakukan 3 – 5 kali seminggu. Waktu hendaknya diperhatikan dengan baik oleh karena panas matahari juga bisa membakar kalori, salah-salah malah bisa terjadi hipoglikemi. Ada baiknya jika berolahraga bersama orang lain sehingga kalau ada apa-apa cepat ada yang bisa membantu atau selalu siapkan roti manis, permen, teh manis. Jika kepala sudah merasa seperti melayang, rasa mual apalagi disertai keluar keringat dingin menunjukkan kadar gula darah turun secara berlebihan.

Dengan mengatur pola makan, berolah raga secara teratur dan menjaga berat badan tetap ideal diharapkan kadar gula darah dikontrol tanpa perlu meminum OAD. Dengan mengontrol gula darah akan membantu juga mencegah terjadinya Penyakit Jantung Koroner.
Read More...

Keputihan Bisa Mengganggu Organ Kewanitaan

Keputihan (flour albus, leucorrhoea) merupakan cairan yang keluar dari vagina. Penyakit keputihan sering dijumpai dan menjadi problem pada wanita.
Keputihan dibagi menjadi 2 yaitu keputihan yang normal (fisiologi) dan keputihan yang tidak normal (patologis).

Keputihan normal terlihat bening, tidak berbau dan tidak gatal, biasanya muncul beberapa saat sebelum dan sesudah menstruasi. Lendir dalam vagina sangat dipengaruhi hormon. Keputihan lebih banyak keluar ketika wanita dalam masa ovulasi menjelang menstruasi karena hormon estrogen meningkat dan hal itu menyebabkan lendir vagina meningkat jumlahnya. Di samping itu, saat kehamilan lendir vagina meningkat jumlahnya seiring dengan meningkatnya hormon estrogen.

Keputihan yang tidak normal (patologis), keluarnya cairan berlebihan dari yang ringan sampai yang berat misalnya keluar cairan yang kental berbau busuk, berwarna putih seperti susu basi atau kuning kehijauan pada kasus berat biasanya disertai gatal dan panas. Keputihan patologis disebabkan oleh beberapa faktor misalnya infeksi oleh kuman (bakteri), jamur, parasit dan virus, keganasan terutama pada kanker leher rahim.

Yang paling sering dijumpai sebagai penyebab keputihan adalah jamur dari golongan Candida. Keluhan yang dominan selain pengeluara cairan dari vagina, adanya rasa gatal. Beberapa keadaan yang menjadikan vagina tempat subur bagi pertumbuhan ini adalah ketidakseimbangan hormon reproduksi, wanita sedang hamil, mengalami penyakit kencing manis, dan pemakaian alat kontrasepsi.

Dari golongan bakteri disebabkan oleh Trichomonas vaginalis, Chlamydia trachomatis yang seringkali menimbulkan lendir yang mengandung darah, nanah dan berbau amis. Terkadang vagina terasa perih, nyeri dan gatal. Biasanya pengobatannya dengan antibiotik.

Virus pun bisa menyebabkan keputihan. Bila parah akan terdapat luka. Contohnya golongan Human Papiloma Virus. Virus ini jadi pertanda awal keganasan pada leher rahim. Keputihan seringkali dikaitkan dengan kadar keasaman daerah sekitar vagina. Keputihan bisa terjadi karena pH yang tidak seimbang.

Kadar keasaman disebabkan oleh dua hal yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Faktor internal antara lain pil kontrasepsi yang mengandung estrogen, alat kontrasepsi yang mengandung bakteri, pengguna obat antibiotik dan kortikosteroid terlalu lama. Faktor eksternal antara lain kesalahan waktu membasuh vagina setelah buang air besar (seharusnya dari depan ke belakang), kehamilan, Kencing Manis, hingga berganti-ganti pasangan.

Jika Anda wanita yang mengalami keputihan segeralah konsultasikan masalah Anda pada dokter agar komplikasinya dapat dicegah secara dini. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, dan bila perlu melakukan pemeriksaan laboratorium guna mendapat penanganan yang tepat.
Read More...

Penggunaan Doping dalam Olahraga

Pengertian
Apa itu Doping?
Doping berasal dari kata dope, yakni campuran candu dengan narkotika yang pada awalnya digunakan untuk pacuan kuda di Inggris.

Menurut UU No.3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional, Bab I Ketentuan Umum Pasal 1 ayat 22, Doping adalah penggunaan zat dan/atau metode terlarang untuk meningkatkan prestasi olahraga.

Menurut International Congress of Sport Sciences; Olympiade Tokyo 1964 : Doping adalah pemberian/penggunaan oleh peserta lomba berupa bahan yang asing bagi organisme melalui jalan apa saja atau bahan fisiologis dalam jumlah yang abnor-mal atau diberikan melalui jalan yang abnormal, dengan tujuan meningkatkan prestasi.

Sesuai dengan Undang Undang No.3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional dalam Bab XVIII pasal 85
ayat (1) diuraikan : Doping dilarang dalam semua kegiatan olahraga.
ayat (2) : Setiap induk organisasi cabang olah-raga dan/atau lembaga/organisasi olahraga nasional wajib membuat peraturan doping dan disertai sanksi.
ayat 3. Pengawasan doping sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Pemerintah.

Di Indonesia, wadah yang melakukan pengawasan doping adalah LADI (Lembaga Anti Doping Indonesia).
Sedangkan pada tingkat dunia, pengawasan dilakukan oleh WADA (World Anti Doping Agency)

Sejarah
Doping telah dikenal dan digunakan sejak lama, misalnya pada masyarakat Indian memakan tumbuhan tertentu untuk meningkatkan kekuatan dan menambah keberanian saat berburu.
Perkembangan selanjutnya, doping banyak digunakan oleh atlet balap sepeda. Sejarah abad modern mencatat penggunaan doping sbb:
  • 1865 : doping digunakan perenang dlm lomba di saluran air Amsterdam.
  • 1886 : Seorang pembalap sepeda Perancis yang mengikuti lomba balap 600 Km, meninggal setelah menggunakan Trimethyl
  • 1910 : Pemberian “paradoping” pada lawan bertanding agar prestasi lawan menurun.
  • 1960 : Pembalap sepeda meninggal karena terlalu banyak mengkonsumsi Amphetamine
  • 1967 : Ditemukan kematian pembalap sepeda, pemain sepakbola dan petinju karena pemakaian Wake Amine.
  • 1980 : Ben Johnson, pelari cepat 100 meter dicopot gelar juaranya karena ketahuan menggunakan Anabolic Steroid pada Olimpiade Soul.

Alasan Penggunaan Doping
  1. Aspek Psikososial (setiap individu potensi melakukan pelanggaran)
  2. Kepribadian (setiap individu memiliki konsep/harga diri rendah dalam menghadapi situasi kompetitif, mencari keuntungan pribadi)
  3. Lingkungan Sosial Individu
    • Nilai sosial kemenangan
    • Lingkungan masyarakat
    • Lingkungan pemain.
  4. Kurangnya informasi tentang bahaya doping
  5. Ketatnya persaingan
  6. Komersialisasi
  7. Propaganda
  8. Frustasi

Alasan Pelarangan Doping

  1. Alasan etis : penggunaan doping melanggar norma fairplay dan sportivitas yang merupakan jiwa olahraga.
  2. Alasan medis : membahayakan keselamatan pemakainya. Atlet akan mengalami :
  • Kebiasaan (Habituation)
  • Kecanduan (Addiction)
  • Ketergantungan obat (Drug Abuse)

Zat-zat doping dikelompokan kedalam 7 golongan :
  1. Stimulan (amphetamine,Caffein, Cocain, Aphedrine, dll)
  2. Narkotik-Analgesik (Methadone, Morphine, Oxycodone,dll)
  3. Anabolik-Androgenik ( Testosterone, Balasterone, dll)
  4. Anabolik Non Steroid ( Clenbuterol, Zeranol, dll )
  5. Penghalang Beta ( Acebutotlol, Atenolol, Sotalol, dll )
  6. Diuretika ( Acetazolamid, Amiloride, Chlormerodrin, dll)
  7. Peptida hormon ( Growth hormon, Adrenocortico hormon, dll)

Metode Doping yang dilarang :
  1. Doping darah (blood doping) atau autotransfusi : yaitu pemberian darah, sel darah merah, pembawa oksigen buatan dan produk darah yang terkait dengan atlet.
  2. Manipulasi farmakologik kimia dan fisik : yaitu penggunaan bahan dan atau metode yang mengubah, mencoba mengubah, atau diharapkan dapat mengubah, kejujuran dan validitas sampel dalam pengawasan doping
Read More...

Mengatasi Campak atau Morbilli

Apa sih penyakit Campak itu?
Campak ( Rubeola, Measles, Morbili ) adalah infeksi virus akut yang sangat menular, ditandai dengan demam, lemas, batuk, peradangan selaput mata serta timbulnya bintik-bintik merah di kulit. Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak.

Trus apa dong penyebabnya?
Penyebabnya virus morbili (paramiksovirus). Virus ini terdapat dalam darah dan cairan nasofaring pada masa gejala awal (prodromal) hingga 24 jam setelah timbulnya bercak merah di kulit dan selaput lendir.

Bagaimana cara penularan?
Melalui droplet (menghirup percikan ludah) dan kontak dengan penderita morbili.

Gejala.
Masa tunas (inkubasi) berkisar sekitar 12-14 hari, referensi lain menyebutkan 10-20 hari.
Bagaimana gejala orag terkena campak atau morbilli?
Gejala dibagi menjadi 3 stadium:
  • Stadium awal (prodromal)
  • Stadium timbulnya bercak (erupsi)
  • Stadium masa penyembuhan (konvalesen)
Stadium awal (prodromal)
Sebelum stadium awal ada masa inkubasi (masa dari kontak dengan virus sampai mulai timbulnya gejala) yang berlangsung kira-kira 10-12 hari. Stadium awal umumnya berlangsung sekitar 4-5 hari, ditandai dengan panas, lemas, nyeri otot, batuk, pilek, mata merah, fotofobia (takut cahaya), diare karena adanya peradangan saluran pernapasan dan pencernaan.
Pada stadium ini, gejalanya mirip influenza sehingga sulit diagnosa pada stadium ini. Yang khas bila terdapat bercak sebesar ujung jarum (bercak Koplik) di dinding pipi bagian dalam dan penderita pernah kontak dengan penderita morbili dalam 2 minggu terakhir.

Stadium timbulnya bercak (erupsi)
Terjadi sekitar 2-3 hari setelah stadium awal.
Ditandai dengan: demam meningkat, bercak merah menyebar ke seluruh tubuh, disertai rasa gatal. Selanjutnya gejala tersebut akan menghilang sekitar hari ketiga.
Kadang disertai diare dan muntah.
Stadium masa penyembuhan (konvalesen)
Pada stadium ini, gejala-gejala di atas berangsur menghilang. Suhu tubuh menjadi normal, kecuali ada komplikasi. Adanya kulit kehitaman dan bersisik (hiperpigmentasi) dapat merupakan tanda penyembuhan.

Bagaimana pengobatan campak atau Morbilli?
Campak tanpa Penyulit, cukup dengan:
  • Rawat jalan
  • Cukup mengkonsumsi cairan dan kalori
  • Pengobatan simptomatis, artinya mengurangi gejalanya saja.
Contoh diberi obat penurun panas (parasetamol / asetaminofen) jik panas, obat batuk jika penderita batuk, dan lainnya. Yang terpenting adalah memperbaiki keadaan umum.

Campak dengan Penyulit:
  • Perlu rawat inap (opname)
Indikasi rawat inap:
  1. Hiperpireksia (suhu tubuh >39.0 ÂșC)
  2. Dehidrasi (kekurangan cairan)
  3. Kejang
  4. Sulit makan atau minum
  5. Adanya komplikasi
Apa komplikasi yang bisa timbul?
Dapat terjadi karena penurunan kekebalan tubuh sebagai akibat penyakit Campak.
Komplikasi yang dapat timbul, antara lain:
  • Bronkopnemonia (infeksi saluran napas)
  • Otitis Media (infeksi telinga)
  • Laringitis (infeksi laring)
  • Diare
  • Kejang Demam (step)
  • Ensefalitis (radang otak)
Bagaimana cara mencegahnya?
Imunisasi ( imunisasi campak untuk bayi diberikan pada umur 9 bulan )
Bisa pula imunisasi campuran, misalnya MMR (measles-mump-rubella), biasanya diberikan pada usia 12-15 bulan, dosis kedua diberikan pada usia 4-6 tahun.
Read More...

Kiat Meningkatkan Kualitas Sperma

Anda ingin meningkatkan peluang memiliki anak atau hanya sekadar ingin ejakulasi dengan tingkat sperma dan air mani yang tinggi? Sperma yang banyak merupakan satu tanda sistem reproduksi yang sehat.

Tidak diragukan memiliki air mani dan sperma yang lebih banyak menghasilkan orgasme lebih lama, termasuk meningkatnya hasrat seks. Jika Anda ingin menyirami pasangan dengan cinta sekaligus menjadi seorang calon ayah, inilah beberapa tips untuk memperbaiki dan meningkatkan jumlah sperma:

Berhenti merokok
Jika Anda seorang perokok saat ini, berhentilah. Selain menyebabkan napas tak sedap, merokok juga dapat memengaruhi jumlah sperma. Penelitian menujukan perokok memiliki jumlah sperma lebih kecil dibanding pria yang tidak merokok.

Hindari memakai celana ketat dan panas
Testis perlu memiliki suhu lebih sejuk dibanding bagian tubuh lain karena itu memakai celana dalam atau celana panjang ketat akan mengakibatkan suhu di sekitarnya panas. Sedapat mungkin usahakan tidak mengenakan celana dalam sewaktu tidur untuk menjaga suhu tetap sejuk.

Mulailah makanan makanan yang tepat
Diyakini atau tidak, pola makan akan memengaruhi produksi sperma. Cobalah makan makanan rendah lemak, berprotein tinggi, sayuran dan seluruh jenis padi-padian yang baik bagi kesehatan.

Kurangi hubungan intim dan masturbasi
Banyak pria mengeluhkan air mani mereka sedikit dan encer. Semakin banyak ejakulasi, semakin berkurang kekentalalan air mani tersebut. Jika Anda melakukan hubungan intim setiap hari atau lebih buruk lagi masturbasi akan berpengaruh pada jumlah sperma dan kekentalan air mani itu sendiri.

Kurangi alkohol
Alkohol dapat memengaruhi fungsi liver yang pada gilirannya menyebabkan peningkatan tingkat estrogen. Jumlah estrogen yang tinggi dalam tubuh akan memengaruhi produksi sperma. Sebaiknya hentikan minum alkohol mulai saat ini apabila Anda tidak ingin kehilangan jumlah produksi sperma.

Mencoba suplemen alami
Obat-obatan buatan pabrikan mungkin bisa menghalangi produksi sperma, sementara suplemen alami diyakini dapat meningkatkan produksi sperma, seperti L-carnitine yang ditemukan dalam daging merah. Selain itu, susu merupakan asam amino alami yang dapat meningkatkan produksi sperma.

Folic acid atau asam folat ketika digabung dengan seng dapat meningkatkan produksi sperma, L-arginine yang ditemukan dalam kacang-kacangan, telur, daging, dan wijen juga memiliki khasiat yang sama, termasuk vitamin E dan selenium yang dapat memperbaiki kecepatan dan konsentrasi sperma.

Sumber : Kompas.com
Read More...

Diet Bagi Penderita Liver

Saran diet: diet Hati
Tujuan Diet:
  • Memperbaiki jaringan hati yang rusak.
  • Mencegah kerusakan lebih lanjut.
  • Mempertahankan keadaan gizi pasien.
Makanan yang dilarang:
  • Sumber karbohidrat: ketan, ubi, talas, singkong.
  • Sumber protein: daging berlemak, daging/ikan/sayuran yang diawet seperti diasap, diasin, dikornet, sosis, ham, sarden, kacang merah, sele kacang, alkohol.
  • Makanan mengandung gas: kol, sawi, lobak, nangka, durian, cabe, bumbu yang mengandung garam.
Makanan yang dianjurkan:
  • Beras dibubur, ditim
  • Kentang direbus
  • Gula dan olahannya
  • Minyak, margarine, santan encer, daging tak berlemak.
  • Buah dan sayur yang tidak bergas.
Saran:
  • Olahraga teratur minimal 3x seminggu selama 30 menit. Menumis dengan minyak kacang atau margarine. Gunakan santan encer.

Read More...

OBAT TELINGA

  • Antiseptik telinga dengan kortikosteroid
    Pada kelompok obat telinga ini selain mengandung antibiotik dan penghilang sakit lokal juga ditambah kortikosteroid yang berfungsi untuk menghilangkan gejala alergi pada telinga.
  • Obat telinga lainnya
    Obat telinga ini diindikasikan untuk saluran telinga yang tersumbat oleh kotoran yang mengeras.
Obat telinga ini dibuat dalam bentuk sediaan khusus untuk telinga dengan pembawa yang mudah menyebar ke dalam liang telinga. Bentuk kemasannya pun didesain khusus untuk mempermudah pemberian obat telinga.
Semua obat telinga tidak boleh digunakan untuk jangka panjang karena bisa menimbulkan ototoksik, superinfeksi.
Bila permasalahan telinga disebabkan oleh jamur/virus tidak boleh menggunakan obat telinga yang mengandung antibiotik karena bisa menimbulkan superinfeksi. Selain itu antibiotik digunakan untuk infeksi oleh bakteri.
Read More...

Diet Bagi Penderita Asam Urat (Gout)

Saran diet: diet rendah purin

Hasil Laboratorium
  • Asam urat > 7
Tujuan Diet:
  • Mengurangi pembentukan asam urat karena dapat menyebabkan rasa sakit di sendi.
  • Mengurangi terjadinya pembentukan batu di ginjal.
  • Menurunkan berat badan yang berlebihan.
Makanan yang dilarang:
  • Makanan kaleng (sarden), jeroan, bebek, burung, angsa, melinjo, kacang polong, makanan mengandung ragi, alkohol.
Makanan yang perlu dibatasi:
  • Asparagus, bayam, kembang kol, jamur dan lemak.
Makanan yang dianjurkan:
  • Makan tinggi karbohidrat: nasi, jagung, mie, kentang, singkong, ubi, talas.
  • Protein: ayam, ikan, susu, telur, buah dan sayur kecuali yang dilarang.
Saran:
  • Olahraga teratur minimal 3x seminggu selama 30 menit. Makan teratur dengan jumlah atau pembagian makan sesuai anjuran.
Read More...

Diet Bagi Penderita Tekanan Darah Tinggi

Saran diet: diet rendah garam

Tujuan Diet:
  • Membantu mengurangi penimbunan garam dan air.
  • Membantu mengurangi tekanan darah
  • Menurunkan berat badan yang berlebihan.
Makanan yang dilarang:
  • Garam dapur, vetsin, soda kue.
  • Zat pengawet dan pewarna.
  • Corned beef / makanan yang diawetkan.
Makanan yang perlu dibatasi:
  • Ayam, ikan max. 100 gr/hr.
  • Telur max. 1 butir /hr.
  • Susu segar max. 2 gelas/hr.
  • Makanan yang diawetkan.
Makanan yang dianjurkan:
  • Bahan makanan segar.
  • Sirup, juice.

Saran:
  • Olahraga teratur minimal 3x seminggu selama 30 menit. Cara memasak dengan dibakar atau ditumis.
Read More...

Sembilan Bulan Masa Kehamilan (Trimester 3)

Sebelumnya telah dibahas perubahan-perubahan yang terjadi pada ibu dan janin pada Trimester I dan Trimester II (sudah baca belum?). Kali ini kita bahas perubahan-perubahan yang terjadi pada Trimester Ke III masa kehamilan.

Pertumbuhan dan pematangan bayi terjadi mulai dari permulaan trimester ketiga. Bayi mulai memutar kepalanya kearah bawah. Persediaan lemak tubuh berkembang dan bayi bergerak lebih banyak pada usia ini. Karena pertumbuhan dan aktifitas yang amat cepat dari bayi, ibu hamil pada usia ini sering merasa panas dan berkeringat. Sesak nafas kadang-kadang terjadi jika bayi kebetulan menekan paru-paru ibu.

Memasuki bulan kesembilan, kepala bayi telah berputar ke posisi bawah dan tidak dapat bergerak dengan mudah. Pada minggu-minggu terakhir dari kehamilan, perubahan-perubahan terjadi dalam tubuh ibu hamil untuk mempersiapkan kelahiran bayi. Leher rahim (serviks) menjadi lebih lunak dan kontraksi lebih jelas. Akhirnya tulang panggul melunak untuk memberikan jalan kepala bayi turun ke leher rahim. Hal ini menambah keinginan buang air kecil. Berat badan bayi saat ini kurang lebih 3,2 kg dengan panjang badan kira-kira 45-50 cm. bayi siap untuk dilahirkan.

Perubahan fisik
  • Bayi mulai menendang dengan keras dan gerakan bayi mulai kelihatan dari luar.
  • Suhu tubuh meningkat sehingga Anda merasa kepanasan.
  • Kesulitan mendapat posisi tidur yang enak
  • Rahim telah mulai berkontraksi ringan. Kontraksi ini disebut Braxton Hicks kontraksi.
  • Pada bulan kedelapan, payudara tidak membesar lagi, tetapi cairan putih encer mulai keluar. Cairan ini disebut kolustrum, yang diberikan pada bayi sebelum susu keluar.
  • Pada bulan terakhir kehamilan, cairan vagina mulai meningkat dan lebih kental.
  • Bengkak pada kaki mulai bertambah.
  • Jika mengalami sesak nafas selam mengerjakan sesuatu yang mengeluarkan tenaga, batasi melakukan hal tersebut hanya 15 menit sehari. Bayi telah berkembang dan meninggikan diafragma Anda, maka kapasitas paru-paru menurun.

Perubahan Emosional
  • Bulan terakhir kehamilan biasanya terasa gembira bercampur takut karena kelahiran telah dekat.
  • Kekhawatiran akan apa yang terjadi pada saat melahirkan, apakah bayi akan lahir sehat dan memikirkan tugas baru sebagai ibu. Pemikiran dan perasaan seperti ini sangat bisa terjadi pada ibu-ibu hamil. Kemukakan pada suami Anda perasaan ini.
  • Jika Anda telah mendengar banyak cerita kuno mengenai kelahiran bayi, jangan terlalu dipikirkan terlalu serius, bila nada merasa ragu, konsultasikan dengan dokter Anda.
Read More...

Snake Bite

Introduction

Most snakebites are innocuous and are delivered by nonpoisonous species. Twenty-five species of poisonous snakes make North America their home. Worldwide, only about 15% of the more than 3000 species of snakes are considered dangerous to humans. The family Viperidae is the largest family of venomous snakes, and members of this family can be found in Africa, Europe, Asia, and the Americas. The family Elapidae is the next largest family of venomous snakes. In North America the venomous species are members of the families Elapidae, and Viperidae, subfamily Crotalidae.

The subfamily Crotalidae (pit vipers) includes rattlesnakes (Crotalus and Sistrurus), cottonmouths (Agkistrodon), and copperheads (Agkistrodon). The Western diamondback, timber, and prairie rattlesnakes are pit vipers (see Image 1). A triangular-shaped head, nostril pits (heat-sensing organs), elliptical pupils, and subcaudal plates arranged in a single row are characteristic features of Crotalidae. They may be found in all regions of the country, and their habitat varies by species. Cottonmouths reside near swamps or rivers. Copperheads are found in aquatic and dry environments, and rattlesnakes prefer dry grasslands and rocky hillsides.

Elapidae includes the coral snakes (Micrurus fulvius fulvius and Micrurus fulvius tenere; see Image 2). The eastern and western species that inhabit the United States are smaller and brightly colored with red, yellow, and black rings. The nonvenomous king snakes share the same colors but not in the same order. A common warning is "red on yellow, kill a fellow; red on black, venom lack." Coral snake pupils are round, and their subcaudal scales are arranged in double rows. The southern and southwestern states provide the dry sandy conditions (and often a body of water) that coral snakes prefer.

Cobras, mambas, and kraits also are also members of the family Elapidae but are not indigenous to the Americas. However, an increasing number of exotic species are kept by both zoos and private collectors making bites by non-indigenous species increasingly common.

Pathophysiology

Venom is produced and stored in paired glands below the eye. It is discharged from hollow fangs located in the upper jaw. Fangs can grow to 20 mm in large rattlesnakes. Venom dosage per bite depends on the elapsed time since the last bite, the degree of threat the snake feels, and the size of the prey. The nostril pits respond to the heat emission of the prey, which may enable the snake to vary the amount of venom delivered.

Coral snakes have shorter fangs and smaller mouths. This allows them less opportunity for envenomation than the crotalids, and their bites more closely resemble chewing rather than the strike for which the pit vipers are famous. Both methods inject venom into the victim to immobilize it quickly and begin digestion.

Venom is mostly water. Enzymatic proteins in venom impart its destructive properties. Proteases, collagenase, and arginine ester hydrolase have been identified in pit viper venom. Neurotoxins comprise the majority of coral snake venom. Specific details are known for several enzymes as follows: (1) hyaluronidase allows rapid spread of venom through subcutaneous tissues by disrupting mucopolysaccharides; (2) phospholipase A2 plays a major role in hemolysis secondary to the esterolytic effect on red cell membranes and promotes muscle necrosis; and (3) thrombogenic enzymes promote the formation of a weak fibrin clot, which, in turn, activates plasmin and results in a consumptive coagulopathy and its hemorrhagic consequences.

Enzyme concentrations vary among species, thereby causing dissimilar envenomations. Copperhead bites generally are limited to local tissue destruction. Rattlesnakes can leave impressive wounds and cause systemic toxicity. Coral snakes may leave small wounds that later result in respiratory failure from the typical systemic neuromuscular blockade.

The local effects of venom serve as a reminder of the potential systemic disruption of organ system function. One effect is local bleeding; coagulopathies are not uncommon with severe envenomations. Another effect, local edema, increases capillary leak and interstitial fluid in the lungs. Pulmonary mechanics may be altered significantly. The final effect, local cell death, increases lactic acid concentration secondary to changes in volume status and requires increased minute ventilation. The effects of neuromuscular blockade result in poor diaphragmatic excursion. Cardiac failure can result from hypotension and acidosis. Myonecrosis raises concerns about myoglobinuria and renal damage.

Mortality/Morbidity
  • Deaths secondary to snake bites are rare. With the proper use of antivenin, they are becoming rarer still. The national average has been less than 4 deaths per year for the last several years.
  • A review of morbidity associated with snakebites from Kentucky was published. Most bites were from copperheads and resulted in 8 days of pain, 11 days of extremity edema, and 14 days of missed work.1 A review specifically of copperhead bites in West Virginia described similar outcomes and noted that the peak effects of envenomation were not present until over 4 hours from the bite.2
  • Local tissue destruction rarely contributes to long-term morbidity. Occasionally, skin grafting is required to close a defect from fasciotomy, but wounds requiring fasciotomy to reduce compartment pressures from muscle edema are infrequent.
  • Data gathered in a 5-year retrospective chart review from the University of Tennessee Medical Center at Knoxville (UTMCK), a level-I trauma center, focused on 25 bites. Of these, 4 required fasciotomy and 2 subsequently needed split-thickness skin grafting. The average length of stay was 3.2 days. No deaths occurred, and morbidity was limited to the local wounds.

Clinical
History

History usually can be obtained from the patient. Most cases result from attempting to handle snakes, so the genus usually is known. Knowledge of indigenous fauna also is important.

The time elapsed since the bite is a necessary component of the history. This allows assessment of the temporal effects of the bite to determine if the process is confined locally or if systemic signs have developed.

  • Obtain a description of the snake or capture it, if possible, to determine its color, pattern, or the existence of a rattle.
  • Most snakes remain within 20 feet after biting.
  • Assess the timing of events and onset of symptoms. Inquire about the time the bite occurred and details about the onset of pain. Early and intense pain implies significant envenomation.
  • Local swelling, pain, and paresthesias may be present.
  • Systemic symptoms include nausea, syncope, and difficulty swallowing or breathing.
  • Determine history of prior exposure to antivenin or snakebite.
  • Determine history of allergies to medicines because antibiotics may be required.
  • Determine history of comorbid conditions (eg, cardiac, pulmonary, and renal disease) or medications (eg, aspirin, anticoagulants such as warfarin (Coumadin) or GPIIb/IIIa inhibitors, beta-blockers).

Physical

Follow the established routine for a complete comprehensive examination.

  • Vital signs, airway, breathing, circulation
  • Fang marks or scratches (determine coral snake bite pattern by expressing blood from the suspected wound)
  • Local tissue destruction
  1. Soft pitting edema that generally develops over 6-12 hours but may start within 5 minutes
  2. Bullae
  3. Streaking
  4. Erythema or discoloration
  5. Contusions
  • Systemic toxicity
  1. Hypotension
  2. Petechiae, epistaxis, hemoptysis
  3. Paresthesias and dysthesias - Forewarn neuromuscular blockade and respiratory distress (more common with coral snakes)

Causes

* In the United States, more than 40% of victims put themselves in danger by either handling pets or attempting to capture reptiles in the wild. The popularity of keeping exotic species has increased the number of envenomations by nonnative species.
* UTMCK data support this by reporting that 15 of 25 patients were bitten handling snakes; 2 of these were involved in religious ceremonies.
Source: emedicine.medscape.com
Read More...

Menggosok Gigi Yang Benar

Menggosok gigi atau menyikat gigi sudah menjadi kebiasaan kita sehari-hari. Tujuannya untuk memperoleh kesehatan gigi/mulut dan napas menjadi segar. Karena sudah menjadi kebiasaan, sering kali kita tidak tahu apakah cara kita menggosok gigi sudah benar, ataukah kita menggosok gigi hanya untuk sekedar rutinitas saja.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menggosok gigi adalah:
  • Cara menyikat harus dapat membersihkan semua deposit pada permukaan gigi dan gusi secara baik, terutama saku gusi dan ruang interdental (ruang antar gigi);
  • Gerakan sikat gigi tidak merusak jaringan gusi dan mengabrasi lapisan gigi dengan tidak memberikan tekanan berlebih;
  • Cara menyikat harus tepat dan efisien.
  • Frekuensi menyikat gigi maksimal 3 X sehari (setelah makan pagi, makan siang dan sebelum tidur malam), atau minimal 2 X sehari (setelah makan pagi dan sebelum tidur malam).
Menyikat gigi harus dilakukan secara sistematis, tidak ada sisa makanan tertinggal. Caranya menggosok mulai dari gigi belakang kanan/kiri digerakan ke arah depan dan berakhir pada gigi belakang kanan/kiri dari sisi lainnya.

Beberapa macam cara menggosok gigi, yaitu:
  1. Gerakan vertikal. Arah gerakan menggosok gigi ke atas ke bawah dalam keadaan rahang atas dan bawah tertutup. Gerakan ini untuk permukaan gigi yang menghadap ke pipi (bukal/labial), sedangkan untuk permukaan gigi yang menghadap lidah/langit-langit (lingual/palatal), gerakan menggosok gigi ke atas ke bawah dalam keadaan mulut terbuka. Cara ini terdapat kekurangan, yaitu bila menggosok gigi tidak benar dapat menimbulkan resesi gingival/penurunan gusi sehingga akar gigi terlihat.
  2. Gerakan horizontal. Arah gerakan menggosok gigi ke depan ke belakang dari permukaan bukal dan lingual. Gerakan menggosok pada bidang kunyah dikenal sebagai scrub brush. Caranya mudah dilakukan dan sesuai dengan bentuk anatomi permukaan kunyah. Kombinasi gerakan vertikal-horizontal, bila dilakukan harus sangat hati-hati karena dapat menyebabkan resesi gusi/abrasi lapisan gigi.
  3. Gerakan roll teknik/modifikasi Stillman. Cara ini, gerakannya sederhana, paling dianjurkan, efisien dan menjangkau semua bagian mulut. Bulu sikat ditempatkan pada permukaan gusi, jauh dari permukaan oklusal/bidang kunyah, ujung bulu sikat mengarah ke apex/ujung akar, gerakan perlahan melalui permukaan gigi sehingga bagian belakang kepala sikat bergerak dalam lengkungan.
Pada waktu bulu-bulu sikat melalui mahkota gigi, kedudukannya hampir tegak terhadap permukaan email. Ulangi gerakan ini sampai lebih kurang 12 kali sehingga tidak ada yang terlewat. Cara ini dapat menghasilkan pemijatan gusi dan membersihan sisa makanan di daerah interproksimal/antara gigi.

Dengan paparan di atas, kini kita dapat memilih sesuai seleranya masing-masing dan memerhatikan etika menggosok gigi dengan baik dan benar. Tidak malas lagi menggosok gigi, budayakanlah menggosok gigi setelah makan dan sebelum tidur malam, luangkanlah waktu sebentar untuk memelihara gigi Anda dan mencapai napas segar. Perlu diingat dan diperhatikan bahwa sumber infeksi itu berawal kondisi gigi dan mulut Anda.
Read More...

10 Makanan Bermelamin Temuan YLKI

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengklaim masih menemukan sebanyak 10 jenis makanan yang mengandung melamin, zat berbahaya dan terlarang untuk dimasukkan ke dalam bahan pangan.

Menurut Ketua YLKI Husna Zahir kepada wartawan di Jakarta, Rabu [04/03] , hasil penelitian yang dilakukan YLKI ini bekerja sama dengan Laboratorium Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia.

Husna memaparkan, 10 jenis makanan tersebut diuji dari keseluruhan 28 sampel produk yang diperoleh YLKI dari sejumlah tempat di wilayah ibukota antara lain dari Kelapa Gading, Jakarta Utara, dan Pasar Baru, Jakarta Pusat.

Untuk itu, ia juga berharap agar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan pengujian kembali terhadap berbagai jenis makanan yang diduga mengandung melamin.

Kesepuluh jenis makanan yang menurut hasil pengujian YLKI didapati mengandung melamin adalah:
  1. Kino Bear Coklat Krispi 3×3,5 gram (registrasi MD 662211108168)
  2. Yake Assorted Candies 500 gram (tidak ada nomor registrasi)
  3. F & N susu kental manis 390 gram (ML 505417006156)
  4. Kembang Guka Tirol Choco Mix 10 pcs (ML 237103407045)
  5. Dutch Mill Yoghurt Drink Natural 180 ml (ML 406505001229).
  6. Pura Low Fat UHT Milk Beverage 1 liter (ML 405708002189)
  7. Nestle Bear Brand Sterilized Low Fat Milk 140 ml
  8. Crown Lonx Biskuit Rasa Coklat 150 gram (ML 827118009109)
  9. Fan Fun Sweetheart Biscuits 45 gram (tidak ada nomor registrasi)
  10. Yake Assorted Candies 500 gram (tidak ada nomor registrasi).

Menolak

Sementara itu, kuasa hukum F & N, Suteja, menolak bahwa produk makanan F & N ada yang mengandung melamin karena berdasarkan metode pengujian yang dilakukan oleh F & N, yang sesuai dengan yang standar yang diterapkan BPOM, tidak terdapat adanya melamin.

Selain itu, Suteja juga mengemukakan kekecewaannya karena YLKI tidak memastikan bahwa produk F & N yang diujikan adalah benar-benar asli atau merupakan produk palsu atau “bajakan”. Ia juga menyayangkan pihak YLKI yang tidak mengkonfirmasikannya terlebih dahulu kepada pihak F & N. Untuk itu, ujar Suteja, pihak F & N tidak tertutup kemungkinan untuk melakukan gugatan hukum bila hasil penelitian ini tetap disebarluaskan oleh YLKI.
Sumber: Kompas
Read More...

Menikmati Sex Ala TAO

Apa yang sering disajikan melalui film biru seperti adegan keluar masuknya Mr.P dengan cepat dan terus-menerus sebenarnya merupakan teknik bercinta yang salah, sebab hal itu justru mempercepat ejakulasi dan sedikit memberikan kenikmatan pada pasangan.

Taoisme memandang pemasukan Mr.P yang tepat adalah penting untuk mendatangkan kenikmatan persetubuhan, pengendalian ejakulasi dan kesehatan seksual. Dan yang lebih penting adalah memastikan bahwa pasangan Anda sudah terangsang. Terlalu cepat memasukkan Mr.P hendaknya sedapat mungkin dihindari mengingat Miss V perlu waktu yang cukup untuk terlumasi dengan baik sehingga tidak sakit saat dimasuki.

Teknik menarik dan mendorong Mr.P yang baik dan diatur sedemikian rupa juga dapat menghindarkan Anda dari ejakulasi dini.

Taoisme mengembangkan berbagai pola pemasukan yang berlainan, yang kebanyakan berkisar antara pemasukan dangkal dan yang dalam. Pola ini mendorong pria untuk memasukkan Mr.P-nya beberapa kali secara dangkal lebih dahulu sebelum memasukkannya dalam-dalam. Yang paling sering adalah 9:1. Yaitu 9 tusukan dangkal dan 1 tusukan dalam. Jika Anda sedang belajar mengendalikan ejakulasi dini maka bisa diubah menjadi 6:1 atau 3:1

Saling bergantian antara pemasukan dangkal dan dalam ini tidak hanya membantu Anda bisa bertahan lebih lama namun juga akan sangat merangsang pasangan Anda. Pemasukan dalam akan mendorong seluruh udara keluar liang senggama, menciptakan ruang hampa, yang diperkuat oleh pemasukan dangkal

Kalau pria memasukkan Mr.P-nya dalam-dalam, ia akan menariknya keluar semua yang dapat menggosokkan kepala Mr.P-nya, titik paling peka pada Mr.P, terhadap panjang atau dalam dari Miss V seluruhnya.

Kalau Anda kesulitan mendapatkan atau mempertahankan ereksi, maka pendorongan keluar masuk secara dalam akan sangat bermanfaat. Karenanya pemasukan Mr.P keluar masuk secara dalam semua dan cepat akan sangat merangsang Mr.P sehingga biasanya akan menjadikan cepat ejakulasi.

Dengan alasan inilah Taoisme mengajarkan pemasukan Mr.P ke arah atas dan bawah. Pemasukan seperti ini memanfaatkan bagian dasar Mr.P Anda yang merupakan bagian kurang peka, untuk merangsang kelentit pasangan Anda, yang merupakan bagian yang sangat peka bagi wanita.

Ingatlah bahwa kelentit wanita sangat berbeda dengan Miss V. Kelentit dapat menjadi alasan mengapa beberapa wanita lebih mudah mencapai orgasme selama bersetubuh daripada wanita lainnya. Anda akan mampu merangsang wanita melalui kelentitnya dengan pemasukan penis kearah atas dan bawah. Model ini sangat membantu selama persetubuhan yang sangat intim.

Posisi pasangan dalam bercinta ini merurut Taoisme bukan hanya sekedar selingan. Namun masing-masing memiliki fungsi penyembuhan dan penciptaan energi yang berlainan. Taoisme percaya bahwa cinta yang diungkapkan melalui Seks merupakan pengobatan paling kuat.

Taoisme mungkin dapat meresepkan beberapa minggu persetubuhan sepenuhnya dalam posisi tertentu untuk menyembuhkan penyakit tertentu. Kalau Anda ingin mencobanya dan menggunakannya untuk penyembuhan diri, semuanya diuraikan dalam buku berjudul Healing Love Through The Thao: Cultivating Female Sexual Energy (Cinta Penyembuhan melalui Thao: Mengerahkan Energi Seksual Wanita).

Posisi Pria di Atas

Bahkan sebelum para pendeta sampai ke negeri China, Taoisme telah lama menggunakan posisi di mana pria berada di atas tubuh wanita sebagai salah satu posisi dalam persetubuhan. Biasanya di sini pria menggunakan tangan atau sikunya. Salah satu manfaat posisi ini adalah bahwa Anda dan pasangan bisa saling menatap dan berpandangan atau berciuman dengan penuh gairah.

Posisi berhadapan muka dan saling memandang akan sangat memuaskan emosi Anda dan pasangan karena semua organ indera kelima (mata, hidung, mulut, telinga dan kulit) bisa saling bersentuhan langsung.

Dalam posisi ini pihak wanita bisa merabakan tanggannya ke punggung Anda untuk mengalirkan energi ke atas sampai ke kepala Anda. Dengan posisi ini ada banyak persentuhan bagian tubuh Anda dengan pasangan dan berat tubuh Anda berada di atas tulang kemaluannya dan payudaranya dapat membantu mempercepat nafsu birahinya.

Kekurangan utama posisi ini adalah biasanya tanggan Anda tidak leluasa bergerak karena harus menyangga berat badan Anda agar tidak membebani tubuh pasangan Anda. Selain itu besar kemungkinan titik G (G-spot) yang merupakan titik kelemahan wanita nyaris tidak tersentuh, kecuali Anda memiringkan tulang kelangkang dan menggangkat penis Anda ke atas.

Posisi Wanita di Atas

Banyak pria merasa bahwa dengan posisi ini paling mudah mengendalikan ejakulasi dan untuk dapat menimbulkan orgasme berulang kali. Alasannya adalah Anda dapat mengistirahatkan otot panggul dan lebih bisa memusatkan diri pada rasa terangsang Anda sendiri.

Bagi wanita posisi ini dapat membuatnya mengarahkan Mr.P ke arah bagian sensitif di vaginanya, termasuk bagian titik G-nya. Jadi pada posisi ini banyak wanita mudah bisa mencapai orgasme.

Pada posisi ini Anda dapat menggunakan jari-jari tangan Anda untuk meraba dan merangsang kelentitnya dan membantunya mencapai puncak. Di sini Anda juga bisa dengan leluasa mencumbu dan menghisap payudaranya sambil terus bersetubuh.

Posisi ini sangat baik untuk pria yang mudah berejakulasi atau pada saat wanita dalam masa kehamilannya, sehingga perutnya yang membesar tidak tertekan.

Posisi Pria dari Belakang

Sering disebut dengan dog style. Posisi ini bisa menimbulkan kenikmatan dan rangsangan yang lebih bagi Anda karena dalam posisi ini Miss V pasangan akan terasa lebih rapat. Karena itu posisi ini jangan dilakukan sebagai posisi permulaan persetubuhan khususnya untuk Anda yang sukar mengendalikan ejakulasi.

Dalam posisi ini Anda akan memasukkan Mr.P Anda secara mendalam sehingga menjadi alasan bagi wanita untuk menyukai posisi ini karena menyukai pemasukan Mr.P yang sangat dalam.

Semakin melengkung ke depan tubuh wanita pasangan Anda, makin dalam Mr.P dapat masuk ke liang Miss V. Posisi ini sangat baik bagi pria yang ukuran vitalnya tidak terlalu besar atau bagi wanita yang memiliki vagina lebar. Bagi Anda posisi ini akan sangat merangsang karena Anda bisa melihat pantat atau pinggul pasangan Anda secara langsung. Posisi ini juga memungkinkan terkenanya titik G pasangan Anda.
Sumber: kapanlagi.com
Read More...

Bayi Kuning

Setiap keluarga akan berbahagia begitu buah hatinya lahir ke dunia. Namun, kadang-kadang kebahagiaan seringkali diganggu oleh rasa cemas begitu melihat si kecil kuning. Rasa cemas akan bertambah karena ketidaktahuan apa yang mesti dilakukan.

Sebenarnya kenapa sih bayi bisa kuning….?

Bayi kuning bisa bersifat fisiologis (normal) maupun patologis. Hampir dari 50% bayi yang lahir normal dapat mengalami kuning (jaundice). Hal ini disebabkan karena pigmen kuning atau yang dikenal dengan istilah bilirubin meningkat di dalam darah. Bilirubin ini terjadi akibat pemecahan sel-sel darah merah sewaktu bayi lahir.

Saat bayi dalam kandungan bilirubin indirek akan dibuang melalui plasenta selanjutnya oleh organ Hati si Ibu akan diolah (dikonyugasikan) menjadi bilirubin direk untuk dibawa ke usus selanjutnya dibuang lewat tinja.
Tetapi setelah bayi lahir proses tersebut diatas akan dilakukan oleh organ Hati si bayi. Karena fungsi hatinya belum sempurna, proses ini akan berjalan lambat sehingga bilirubin indirek tetap tinggi di dalam darah. Bilirubin indirek inilah yang masuk ke jaringan termasuk jaringan kulit sehingga bayi kelihatan kuning mulai dari badan sampai ke ujung kaki tergantung dari derajat tinggi kadar bilirubinnya.. Selain kulit bayi terlihat kuning, putih mata si kecil juga terlihat kuning.

Pada bayi normal umumnya sekitar 3-4 hari setelah lahir, kadar bilirubin pelan-pelan menurun seiring dengan bertambah sempurnanya fungsi organ Hatinya. Pada hari ke tujuh, bayi biasanya sudah tidak kuning lagi. Inilah penyakit kuning yang bersifat fisiologis (normal). Kondisi ini tentu tidak berbahaya bagi bayi. Jenis penyakit kuning yang patologis biasanya timbul lebih cepat yakni 24 jam setelah lahir kelahiran dan peningkatan kadar bilirubin berlangsung lebih cepat. Jenis penyakit kuning yang patologis ini bisa disebabkan oleh karena adanya infeksi, ketidakcocokan golongan darah si Ibu dan si bayi, serta kasus yang jarang bisa disebabkan oleh kurangnya enzim G6PD (Glukosa 6 Phosphate Dehidrogenase). Enzim ini terdapat dalam dinding sel darah merah yang berfungsi untuk mencegah kerusakan sel-sel darah merah.
Kuning karena ketidakcocokan golongan darah terjadi seandainya si Ibu bergolongan darah O sedangkan si bayi golongan darah A atau B. Ketidakcocokan juga terjadi jika golongan darah ibu rhesus negatif sedangkan si bayi rhesus positif.

Kadar bilirubin normal sekitar 2 mg/dl. Bayi mulai kelihatan kuning jika kadar bilirubin sudah mencapai 6-7 mg/dl. Namun seandainya kadar sudah mencapai lebih dari 12 mg/dl maka bayi perlu mendapat perawatan di RS agar kadar bilirubin tidak bertambah tinggi lagi. Perawatan dilakukan dengan meletakkan bayi di box kemudian dilakukan therapi sinar (fototherapi). Tujuan therapi ini untuk mengubah bilirubin yang ada di jaringan kulit yang tidak larut dalam air menjadi larut dalam air sehingga bisa dibuang lewat kencing. Disamping itu bayi yang kuning akan diberi suntikan antibiotik jika dicurigai penyebabnya oleh karena infeksi.
Jika kadar bilirubin diatas 20 mg/dl biasanya dokter mulai memikirkan kemungkinan dilakukan tranfusi darah (tranfusi tukar). Hal yang ditakutkan jika bilirubin tinggi sekali ia dapat menembus barrier otak sehingga dapat merusak sel-sel otak dimana bayi bisa mengalami kejang-kejang. Efek jangka panjang bisa terjadi kelumpuhan, gangguan pendengaran, penurunan kecerdasan serta kelainan neurologis lainnya.

Hal-hal yang perlu diperhatikan jika bayi Anda kuning:

  • Berikan ASI atau cairan sebanyak dan sesering mungkin
  • Bisa dilakukan penjemuran dibawah sinar matahari pagi antara pukul 06.30-07.30. Namun tetap diperhatikan kulit bayi agar tidak terjadi iritasi oleh karena sinar matahari. Lindungi mata bayi dari sorot sinar matahari pagi.
  • Perhatikan bayi apakah tampak lebih lemas, tidak aktif, tidak mau menyusui, serta tangisnya kurang kuat/merintih. Jika hal itu terjadi segera periksa ke dokter/RS
  • Jika bayi kuning lebih dari 2 minggu segera periksa ke dokter /RS.
Read More...

Video Gallery

  • Facebook Info Sehat Bugar
    Facebook Info Sehat Bugar
    Sharing Informasi Kesehatan dan Kebugaran
  • Seni Bercinta Kamasutra
    Seni Bercinta Kamasutra
    Tunjukkan sisi romantisme anda sebagai seorang laki2 saat berhubungan seks. Kiranya 8 Posisi seks kamasutra ini berguna untuk anda
  • Indonesia Sexy Girls
    Indonesia Sexy Girls
    Ini dia foto-foto 10 Artis Indonesia tersexy
  • Gairah seks wanita menurut primbon jawa
    Primbon: Gairah seks wanita
    Keindahan wanita dibahas dalam banyak buku atau kitab kuno, baik di China, India, Amerika Latin, Arab maupun nusantara. Seperti primbon Jawa yang telah ditulis pujangga sejak ribuan tahun silam
  • Kalkulator Cinta ver.2
    Kalkulator Cinta ver.2
    Satu lagi software tentang cinta (love tester). Biar gak pake lama yuk silahkan download aja
  • Dangdut Heboh Hampir Bugil
    Dangdut Heboh Hampir Bugil
    Video Clip Dangdut, heboh... nyaris bugil
  • Luna Online Hadirkan 5 Cewek Cantik Sebagai Duta
    Luna Online: 5 Cewek Cantik
    Kehadiran game online baru, Luna Online, cukup unik karena disertai munculnya lima cewek cantik dan imut yang menjadi ikon game tersebut. Para fans pun siap-siap menemukan mereka dalam berbagai kegiatan di dunia Luna
  • Tips Feng Shui Untuk Cepat Hamil
    Feng Shui Cepat Hamil
    Beberapa tips dari pakar Feng Shui untuk pasangan yang dinyatakan sehat secara medis dan ingin cepat memperoleh momongan
  • Menculik Miyabi Maria Ozawa
    Menculik Miyabi Maria Ozawa
    Maria Ozawa, seorang bintang iklan ternama di Jepang mendapat tugas untuk memberikan hadiah pemenang kuis langsung ke Jakarta